Home » Media Sosial » Pengertian Media Sosial serta Awal Mula & Perkembangannya

Pengertian Media Sosial serta Awal Mula & Perkembangannya

Di era sekarang ini penggunaan media sosial sudah menjadi hal yang lumrah dan sudah digunakan oleh berbagai kalangan baik dari segi profesi maupun usia.

Cukup dengan memiliki koneksi internet dan sebuah perangkat seperti smartphone atau komputer.

Melalui media sosial banyak manfaat yang bisa diperoleh, tapi tidak sedikit juga efek negatif yang dapat ditimbulkan.

Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah media online yang mampu menghubungkan para penggunanya untuk saling berinteraksi.

Hal yang dapat dilakukan di media sosial pada umumnya adalah berkomunikasi, membuat konten atau postingan dan berbagi informasi (content sharing).

Selain itu, masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan tergantung dari fitur atau layanan yang disediakan oleh masing-masing media sosial (social media).

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial merupakan aplikasi berbasis internet dengan teknologi Web 2.0 yang memungkinkan pembuatan dan pertukaran konten.

Media sosial dapat berbentuk majalah, forum, blog, social bookmark, social network, dan lain-lain.

Sejarah & Perkembangan Media Sosial

Tahun 1978 merupakan awal dari penemuan Sistem Papan Buletin yang berguna untuk berhubungan dengan orang lain menggunakan email serta mengupload dan mendownload software. Hal ini dilakukan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.

Pada tahun 1995, lahir situs GeoCities yang memberikan layanan penyewaan penyimpanan data website atau biasa juga disebut web hosting. Tujuannya agar setiap halaman dari website yang tersimpan dapat diakses dari lokasi mana saja melalui jaringan.

Kehadiran GeoCities menyebabkan munculnya website-website lain. Pada tahun ini terdapat situs jejaring sosial bernama classmates.com.

Pada tahun 1997, muncul situs jejaring sosial lainnya yaitu sixdegree.com. Situs ini dianggap lebih menawarkan sebuah jejaring sosial dibandingkan classmates.com.

Pada tahun 1999, muncul situs Blogger. Situs ini memberikan layanan kepada penggunanya untuk bisa membuat sebuah blog. Para penggunanya bisa mengisi blognya dengan hal-hal pribadi seperti diari atau mengisinya dengan tema-tema umum seperti kesehatan, pendidikan, tutorial, dan yang lainnya tergantung dari si pemilik blog.

Pada tahun 2002, didirikan situs jejaring sosial bernama Friendster yang kemudian menjadi terkenal saat itu. Friendster, yang berpusat di California, memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dan berbagi konten dengan sesama pengguna lainnya.

Friendster sangat populer di kawasan Asia Tenggara dan menurut Alexa pada 7 Mei 2009, Indonesia menjadi negara teratas nomor 2 yang paling sering mengakses situs ini setelah Filipina.

Pada tahun 2003, berdiri LinkedIn yang berguna sebagai media sosial dan untuk mencari pekerjaan. Pada tahun ini juga didirikan MySpace yang menawarkan kemudahan dalam menggunakannya (user friendly).

Pada tahun 2004, tepatnya pada bulan Februari, Facebook diluncurkan. Layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di California ini didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard.

Dengan layanan yang disediakan oleh Facebook, penggunanya dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, bertukar pesan, bergabung dengan grup, dan sebagainya.

Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki pengguna terbanyak dan terkenal hingga sekarang.

Pada tahun 2005, yakni pada bulan Februari, tiga mantan karyawan PayPal membuat YouTube. Perusahaan yang berkantor pusat di California ini memungkinkan penggunanya untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video.

YouTube memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan video-video buatan pengguna.

Pada bulan November tahun 2006, Google membeli YouTube, LLC yang kemudian resmi beroperasi sebagai anak perusahaan Google.

Pada tahun 2006, lahir situs jejaring sosial yang cukup berbeda dengan situs sejenis lainnya yang dinamakan Twitter. Situs ini berbeda karena penggunanya hanya bisa membuat kicauan atau ‘tweet’ dengan maksimal 140 karakter (pada tahun 2017 bertambah hingga 280 karakter).

Di awal 2013, pengguna Twitter mengirim lebih dari 500 juta kicauan per hari dan Twitter menangani lebih dari 1,6 miliar permintaan pencarian per hari. Hal ini menyebabkan posisi Twitter naik ke posisi dua sebagai situs jejaring sosial yang paling sering dikunjungi di dunia.

Pada tahun 2007, David Karp menciptakan Tumblr di Jepang. Pengguna Tumblr dapat mengirim konten dalam bentuk blog pendek. Selain itu, penggunanya dapat melakukan re-blog untuk mendiskusikan postingan dari blog orang lain dan juga dapat melakukan update status.

Yahoo kemudian mengakuisisi Tumblr pada tahun 2013 dengan nilai $1,1 miliar.

Pada tahun 2010, hadir jejaring sosial lainnya dengan nama Instagram. Instagram memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto dan video, menambahkan filter digital, dan membagikannya.

Facebook kemudian diumumkan setuju untuk mengambil alih Instagram pada tahun 2012, tepatnya tanggal 9 April.

Pada tahun 2010 ini juga diluncurkan aplikasi jejaring sosial pada smartphone dengan nama Path, yaitu pada bulan November. Melalui aplikasi ini pengguna dapat berbagi gambar dan mengirim pesan.

Berbeda dengan jejaring sosial kebanyakan, hanya pengguna yang telah disetujui yang dapat membuka halaman Path pengguna lainnya.

Path juga memiliki fitur yang memberikan informasi seberapa banyak pengguna lain yang telah melihat momen yang diunggah.

Path resmi ditutup pada tanggal 18 Oktober 2018.

Pada tahun 2011, berdiri LINE, situs jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto dan video serta melakukan percakapan dengan pengguna lainnya. Pada tahun yang sama, Google meluncurkan Google+ menggantikan Google Buzz.

Media massa seperti The New York Times menyatakan Google+ merupakan upaya terbesar Google untuk menyaingi Facebook. Akan tetapi layanan ini rencananya akan ditutup untuk pengguna pada bulan Agustus 2019.

Dengan semakin berkembangnya media sosial dan kemudahan yang diberikan, para penggunanya sudah seharusnya bisa memanfaatkan layanan ini dengan sebaik mungkin tanpa menimbulkan pengaruh buruk di dunia nyata.

Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Media_sosial

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Friendster

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Facebook

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Twitter

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Instagram

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Google%2B

https://id.m.wikipedia.org/wiki/YouTube

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tumblr

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Path_(jejaring_sosial)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.